Selasa, 16 Februari 2010

sistematika pembuatan cerpen

tips bikin cerpen dari Sitta Karina
Share
Thursday, May 14, 2009 at 2:34pm
Cerpen Secara Umum

Cerpen merupakan bentuk karya fiksi seperti halnya novel dan puisi. Secara umum kriteria cerpen adalah:

♣ Karya singkat dari sebuah fiksi
♣ Merupakan narasi, maka itu memiliki unsur intrisik narasi yang penting: alur
♣ 1.000 – 20.000 kata
♣ Juga memiliki elemen plot, konflik, karakter, latar (setting) dan dialog, namun biasanya hanya fokus pada 1-2 karakter dan 1 kejadian
♣ Cerpen cenderung ‘memperlihatkan’ karakter si tokoh pada satu momen penting daripada membangunnya melalui beberapa kejadian
♣ Dengan membaca cerpen, pembaca dapat menarik kesimpulan, insight, serta kesan cerita secara menyeluruh, walau hanya berdasarkan satu kejadian penting tersebut

Secara umum, struktur dasar pada cerpen sama dengan struktur dasar novel namun tanpa penjelasan mendetail, dapat dilihat pada bagan berikut ini:







02 Alur dan Plot


ALUR pergerakan cerita dari waktu ke waktu
Jenis alur:
1. Alur progresif (maju)
Skema: A – B – C – D – E
2. Alur flashback (kilas balik)
Skema: E – D – C – B – A
3. Alur campuran keduanya
Bisa terjadi beberapa skema, yaitu:
A – E1 – B – C – D – E2
A – C1 – B – C2 – D – E
A – B1 – D1 – C – B2 – D2 - E

Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, serta aksi (action).
• Narasi pelukisan dinamis (dengan kata-kata) para tokoh maupun pergerakan benda-benda yang merupakan sebab serta akibat aksi tokoh-tokoh itu
• Deskripsi pelukisan statis (dengan kata-kata) terhadap suasana yang melatari cerita
• Dialog kata-kata yang diucapkan tokoh cerita (ada 2, yaitu: dialog lahir dan dialog batin)
• Aksi aktifitas fisik, gerakan, atau perbuatan tokoh cerita

PLOT kejadian-kejadian, rangkaian sebab-akibat yang memicu krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks

Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi tokoh saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain hingga terbentuk persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, dicari penyelesaiannya hingga menuju akhir cerita (ending)

Di dalam alur terdapat plot, tapi plot bukan alur.

Dalam cerpen, plot harus diciptakan sepadat mungkin agar kata-kata tidak mubazir.

Selain itu kecerdasan dan kearifan penulis diuji; bagaimana ia menyelesaikan persoalan yang diciptakannya hingga dapat menghasilkan solusi yang mampu memberikan “sesuatu” kepada pembacanya.

Tips untuk memaksimalkan alur dan plot dalam cerita kita:
• Buat paragraf pembuka cerita yang menarik yang membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya
• Bangun tema dan premis cerita yang kuat dan jelas agar plot tidak “kedodoran”
• Sederhanakan peristiwa / kejadian. Cukup 1-2 kejadian penting. Jangan melebar kemana-mana
• Jaga tema cerita yang kamu buat sejak awal, paparkan episode-episode kejadian yang berkaitan dengan tema itu, dan jalankan cerita menuju resolusi / tujuan akhirnya
• Dalam menyajikan peristiwa dalam cerpen, adopsi peristiwa yang terjadi di dunia nyata ke dalam cerita, jangan sebaliknya


EITS.. ini masih ada kelanjutannya lho! Minggu depan Sitta Karina akan kasih tahu soal pembuatan konflik dan klimaks dari sebuah cerpen! Tungguin yaaaa! Oya, ditunggu lho komennya!


tips bikin cerpen dari Sitta Karina part 2
Share
Wednesday, May 20, 2009 at 7:28pm
Gals, ini dia tips bikin cerpen dari Sitta Karina part 2! Enjoy!


03 Konflik Sebagai Elemen Kunci





Aksi dan reaksi yang bertentangan dari tokoh cerita menimbulkan konflik, tapi pertentangan itu tidak harus antar para tokoh saja. Kalau begitu, sebenarnya yang disebut konflik itu apa, sih?

Konflik adalah pertentangan antar kekuatan yang saling berlawanan. Kekuatan itu bisa berupa manusia (tokoh), keadaan, dan masyarakat.

Ada 2 tipe konflik:
1. Eksternal – pertentangan di luar diri tokoh
2. Internal – pertentangan di dalam diri tokoh (dengan dirinya sendiri); terjadi ketika tokoh tersebut harus membuat keputusan, mengatasi sakit hati, menenangkan kemarahan, menolak keinginannya, dan lain sebagainya

Konflik bersifat fundamental (mendasar); dengan mengubah sifat tokoh, maka jalan cerita bisa ikut berubah tapi tetap menuju arah yang sama. Sedangkan dengan mengubah konflik, maka jalan cerita dan arahnya bisa ikut berubah.

Dilihat dari jenis kekuatan yang saling berlawanan, konflik dibedakan sebagai berikut:
1) Man vs. Man (physical) Tokoh utama menggunakan kekuatan fisiknya berhadapan dengan toko-tokoh orang lainnya, kekuatan alam, maupun binatang
2) Man vs. Circumstances (classical) Tokoh utama berhadapan dengan takdir atau situasi-situasi dalam kehidupan
3) Man vs. Society Tokoh utama berhadapan dengan ide, pemahaman, maupun politik dari sekelompok orang
4) Man vs. Himself/Herself (psychological) Tokoh utama berhadapan dengan dirinya, jiwanya, pemikiran yang benar maupun salah tentang dirinya, keterbatasan kemampuan, pilihan yang dibuatnya, dan lain-lain

Apa yang membuat sebuah konflik bagus?
Ketika membuat konflik, harus diingat bahwa yang paling mendasarinya adalah keinginan besar.

Keinginan besar si tokoh dalam menghadapi kekuatan-kekuatan lain yang berlawanan dengannya digambarkan dengan karakterisasi dan narasi.

Konflik berbeda dengan krisis. Krisis adalah suatu keadaan mendesak dan darurat, seperti kecelakaan atau terkena penyakit. Sedangkan pada konflik terjadi interaksi antara “sesuatu” yang berhadapan dengan “sesuatu” (A vs. B).

3 langkah merumuskan konflik cerpen:
1. Taruh seseorang di atas pohon beri si tokoh utama keadaan yang harus ia hadapi
2. Lempari dia dengan batu dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus si tokoh utama selesaikan
3. Buat dia turun tunjukkan bagaimana akhirnya tokoh kita menyelesaikan masalahnya itu. Hal terakhir ini seringkali digunakan penulis untuk menyampaikan pesan (insight) kepada pembaca

Tips memformulasikan konflik yang baik:
• Tulis dalam 1 kalimat apa yang sangat diinginkan tiap tokoh
• Bangun kejutan (suspens) dalam cerita; jangan terjebak dalam kejadian “kebetulan”
• Semakin tajam perbedaan karakter antar tokoh, semakin tajam konflik yang terjadi
• Bingung menulis konflik yang seperti apa? Coba lihat videoklip yang sering berseliweran di TV. Pertentangan yang ditunjukkan dengan aksi para model-modelnya merupakan konflik juga. Sebagai permulaan, kamu bisa adopsi konflik yang serupa dari konflik di videoklip itu








04 Klimaks





Seperti apakah klimaks dari sebuah cerita?
• Ketika seluruh konflik sampai pada tahap puncaknya, maka klimaks cerita akan terjadi
• Ketika narasi sampai pada bagian paling dramatis
• Saat cerita mencapai bagian yang paling seru
• Saat cerita sampai pada bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh pembacanya. Selama membaca cerita dari awal, pembaca disajikan berbagai petunjuk hingga mereka menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya

Apa yang terjadi pada saat cerpen mencapai klimaksnya?
1) Tokoh utama tahu apa yang harus ia putuskan, apa yang harus ia lakukan
2) Tokoh utama menyadari hal-hal yang tidak ia lihat sebelumnya
3) Bentuk dari klimaks bisa berupa: resolusi, recognition, atau keputusan

Tips menciptakan klimaks yang dahsyat:
• Karena singkatnya cerita, elemen “kejutan” dalam cerpen adalah cara yang baik untuk menyelesaikan narasi
• Ciptakan kompleksitas dalam cerpen hingga mencegah pembaca menebak akhir dari cerita tersebut
• Dalam klimaks yang bagus akan terkandung insight, memperlihatkan sesuatu (pesan, moral, pembelajaran, nasihat) tentang sifat manusia







05 Cerpen Modern





Di Indonesia, kaidah cerpen yang banyak diminati majalah remaja kini telah berkembang dan tidak selalu harus sesuai dengan elemen-elemen dasarnya, namun cara baru ini nyatanya diterima dan tidak menyalahi kaidah lama yang ada.

Beberapa ciri khas cerpen modern, terutama cerpen remaja masa kini:

1. Tidak harus selalu fiksi. Bisa juga non-fiksi seperti catatan jurnal, catatan perjalanan, prosa liris. Contoh: Perjalanan Mata dan Hati karangan Prima Rusdi, penerbit Terrant Books

2. Tema lebih simpel, biasanya diangkat dari kejadian sehari-hari

3. Terdiri dari beberapa karakter, tidak hanya satu atau dua saja

4. Terdiri dari beberapa kejadian

5. Pemaparan narasi lebih singkat, umum, tidak puitis, menggunakan bahasa sehari-hari (kadang ada campuran bahasa asingnya)

6. Genre campuran (tidak hanya satu jenis), seperti: romance-horor, fantasi-suspens, dan lainnya

7. Akrab dengan unsur pop





06 Tips Menulis Cerpen





Ingin mencoba menulis cerpen seperti kisah-kisah Sitta Karina yang pernah kamu baca namun kesulitan memulainya? Intip kiat-kiat penting secara bertahap berikut ini:

♣ Baca cerpen sebanyak-banyaknya. Perhatikan bagaimana penulis membangun karakter, menyusun dialog, serta menstrukturkan plotnya.

♣ Kumpulkan ide-ide yang ada untuk cerita. Biasa disebut inspirasi, dimana inspirasi ini bisa muncul kapan saja, di mana saja. Kadang ide-ide tersebut muncul langsung bersamaan, kadang secara bertahap sehingga kita selalu butuh notes untuk menuliskannya agar tidak lupa.

♣ Tentukan ide dasar (premis) dan jabarkan. Setidaknya sebuah cerpen harus memiliki:
1) Eksposisi (ceritanya mengarah pada suatu klimaks)
2) Klimaks (titik balik dalam cerita akibat konflik antar karakter atau di dalam karakter itu sendiri)
3) Resolusi (suatu akhir yang cukup memuaskan bagi pembaca, dimana konflik sentral terselesaikan – atau tidak)

♣ Ketahui karaktermu secara mendetail. Kita harus bisa mendalami sifat, motivasi, dan sudut pandang karakter cerita yang kita ciptakan ini. Tentunya kita tidak bisa mengikutsertakan seluruh informasi tentang si karakter dalam cerpen. Tapi dengan mengetahui karakter secara mendetail, karakter tersebut akan semakin “hidup”—bagi kamu, juga pembacamu.

♣ Batasi panjang ceritamu. Kejadian-kejadian utama yang terjadi pada cerpen harus dibatasi dalam jangka waktu pendek, berbeda dengan novel yang lebih panjang, kompleks, dengan karakter pendukung dan subplot yang lebih banyak. Secara umum, dalam cerpen kita cukup membangun 2-3 karakter utama, 1 plot, dan 1 setting saja.

♣ Tentukan siapa yang akan bercerita. Apakah itu sudut pandang orang pertama (“aku, saya”) atau orang ketiga “(dia”). Sudut pandang orang kedua jarang digunakan.

♣ Mulai menulis. Rumuskan dulu tema, plot, dan karakter, baru kembangkan plot tersebut menjadi draft kasar. Tulis apa yang ingin kamu tulis. Don’t hold back.

♣ Kalimat pertama ceritamu sangat penting. Inilah yang menjadi penarik perhatian pembacamu. Jangan bertele-tele menjelaskan karakter atau informasi tidak penting lainnya karena dalam cerpen, kamu tidak punya ruang banyak untuk bercerita.

♣ Tetap menulis secara teratur. Lakukan proses kreatifmu ini—menulis, mengembangkan cerita—secara teratur, tiap hari, walau mungkin hanya sebentar. Asah pikiran untuk terus mengolah cerita.

♣ Biarkan ceritamu mengalir. Dalam proses menulis ini, kamu mungkin ingin mengubah plot, membunuh suatu karakter, dan lainnya. “Dengarkan” apa kata si karaktermu di kepala.

♣ Revisi dan edit. Setelah cerita selesai, sebisa mungkin diamkan dulu (min.) selama 2 hari, lalu lihat kembali ceritamu. Proses penyuntingan seperti ini akan memudahkan kamu “melihat” kesalahan dan kekurangan ceritamu dengan lebih mendetail.

♣ Minta opini kedua dari keluarga/teman dekat. Minta pendapat dan masukan sesungguhnya atas ceritamu yang sudah disunting ini kepada mereka. Dengarkan baik-baik apa kata mereka dan jangan berargumen.

♣ Gabungkan seluruh edit, revisi, dan masukan yang valid tersebut. Cerpenmu akan menjadi lebih baik kalau kamu dengan jeli mempertimbangkan semua kritik konstruktif yang masuk, tapi bukan berarti kamu harus mengikuti semuanya.

Ada beberapa tips tambahan yang sama pentingnya:
1) Kalau tidak ada keluarga/teman dekat untuk dimintai opini, kamu bisa bergabung di grup tulis-menulis (yang ada di daerahmu atau secara online)
2) Kamu bisa menulis kejadian-kejadian lampau dan fantasi, mencampurkannya dalam ceritamu.
3) Lakukan riset
4) Awali dengan pre-writing work (kegiatan menyusun tema, plot, karakter utama cerpen)
5) Kalau kesulitan brainstorming, coba buat jaring-jaring atau tabel dari karakter yang menghubungkan satu karakter ke lainnya. Tuliskan peranan mereka masing-masing dalam cerita.
6) Kembangkan gaya menulismu.
7) Jangan berpikir terlalu keras pada satu waktu yang sama ketika menyusun cerita. Berhenti sejenak, dan kembali lagi menulis setelah kamu istirahat.
8) Mainkan playlist lagu favoritmu selama menulis. Cara ini efektif memicu ide-ide fantastis mengalir keluar


Kamu bingung bikin karakter dalam cerpen kamu? Contek tips2 berikut yang dibuat Mba Reda Gaudiamo. Beliau adalah penulis cerita pendek yang salah satu ceritanya masuk dalam kompilasi THE GALLERY OF KISSES: Compilations of Short Story.


CHARACTER itu adalah…
Tokoh yang kita ciptakan sebagai pelaku dalam cerita.
- Harry Potter
- Frodo
- Charlie
- Hermione


Macam-macam Tokoh:
- Round Character: Tokoh utama yang mengalami berbagai konflik, peristiwa, dan menjadi titik utama cerita. Contoh: Ken Arok dalam buku Arok - Dedes, Pramoedya Ananta Tour, Harry Potter…

- Flat Character/two dimensional character: Tokoh sampingan yang muncul dalam cerita, tetapi tidak memegang peran terlalu penting tetapi diperlukan kehadirannya untuk menghidupkan cerita dan menguatkan tokoh utama. Contoh: para punakawan dalam cerita pewayangan, Arthur dalam Batman

- Foil Character: karakter yang membuat tokoh lain tampak lebih jelas, kontras. Contohnya, kakak tiri Cinderella yang jahat. Membuat kita semaki mudah melihat kebaikan hati Cinderella.

- Static Character – karakter yang tak mengalami perubahan sejak awal cerita hingga akhir. Meski ada peristiwa penting, ia tetap saja tak berubah. Contohnya: Tokoh Emak dalam Bajaj Bajuri.

- Stock Character: biasanya bukan tokoh utama, tetapi punya ciri khas yang kuat dan gampang diingat pembaca.Contoh: Pak Ogah dalam Unyil.


- Confidante: tokoh yang dipercaya oleh tokoh utama. Biasanya membantu tokoh utama untuk tampil lebih kuat dan jelas dalam cerita. Misalnya para kurcaci dalam cerita Snow White. Atau anjingnya Will Smith dalam I am legend.

- Dynamic Character: tokoh yang mengalami beberapa/banyak perubahan di sepanjang cerita. Dari jahat jadi baik, dari baik jadi jahat.

TOKOH CERITA
jagoan vs penjahat

Dilihat dari karakter/sifatnya, tokoh cerita kita bisa dibagi dalam dua jenis:
- Protagonis: tokoh yang menjadi pahlawan dalam cerita. Biasanya baik hati, jagoan, pandai…
- Antagonis: tokoh yang jadi lawan protagonis. Biasanya jahat, licik, menjengkelkan…

PENTING!

Meski ada beberapa jenis karakter yang kita kenal, tidak berarti semua harus ada dalam cerit. Bisa saja tokoh utama cerita adalah tokoh yang juga dinamis.

Semua jenis karakter itu adalah istilah yang diciptakan para kritikus sastra, agar memudahkan mereka dalam menganalisa sebuah cerita. Sebagai penulis, yang paling penting dan harus dilakukan setiap saat adalah menghidupkan, membuatnya nyata dan terpercaya selalu.

TAMPILKAN dia!
Dalam menghadirkan tokoh cerita, seorang penulis punya 2 pilihan cara penyampaian:
- Langsung - menyampaikannya lewat penjelasan yang sangat terinci tentang tokoh utamanya.
- Tidak langsung - menyampaikan gambaran tokohnya lewat pemikiran, perbuatan, kebiasaan, interaksinya dengan orang lain (bisa dilihat lewat dialog dan reaksi yang diterima tokoh lain).

Misalnya:

- Langsung:
Anita adalah anak yang manja, gampang tersinggung sehingga teman-temannya malas mengajaknya main bersama.


- Tidak Langsung:
“Si Anita diajak nggak?”
“Males ah. Suka sensi nggak jelas gitu! Bikin pegel aja.”


Ciptakan TOKOH ceritamu:

Siapa dia?
Dia harus nyata & terpercaya, jelas, beralasan, tidak mengada-ada. Menciptakan karakter yang terpercaya, menuntut kita untuk mengenalnya luar dalam. Kalau tidak, bagaimana kita bisa menyampaikannya dengan baik pada pembaca cerita kita?


TOP 10 QUESTIONS to help you out
- Dia tinggal di mana?
- Asalnya dari mana?
- Berapa umurnya?
- Siapa namanya? Punya nama panggilan?
- Bagaimana penampilannya?
- Seperti apa masa kecilnya?
- Apa pekerjaannya?
- Bagaimana ia menghadapi masalah?
- Siapa saja yang ada dalam kehidupannya?
- Apa tujuan hidupnya? Apa yang ia ingin capai dalam cerita ini?

Membuatnya TERPERCAYA

Ketika menciptakan tokoh, jangan terpancing untuk menjadikannya tokoh yang serba tiba-tiba:
- Tiba-tiba kaya
- Tiba-tiba mati
- Tiba-tiba gila dan membunuh semua orang di sekitarnya.

Untuk semua tindakan tokoh kita, harus ada
ALASAN YANG JELAS

Tokoh yang diciptakan mempunyai sifat-sifat yang dikenal
- Tokoh punya punya kelebihan dan kekurangan --Bahkan orang kaya dan cantik jelita punya kekurangan
- Tokoh punya kehebatan sekaligus kelemahan --Bahkan superhero punya kelemahan.

AYO temukan TOKOHMU:

Dia ada di mana-mana: di kelas, di busway, di jalan, di kolong tempat tidur…
Dia bisa siapa saja: bintang film, penyanyi, tukang sampah, mbok jamu, pembantu rumah tangga, baby sitter adik, kura-kura, burung… atau dia adalah dirimu sendiri!


LATIHAN MENCIPTAKAN TOKOH:
- Belajar jadi pengamat, pendengar & rajin mencatat
- Banyak membaca buku-buku yang ditulis pengarang ternama
- Banyak nonton film, dengar musik & lagu…
- Banyak menulis, menulis, menulis, menulis!
- Bikin BOX OF IDEAS!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar