Sabtu, 10 Juli 2010

Kewirausahaan " Transkid Bus "

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Munculnya ide berwirausaha ini tak lain atas dasar pengalaman pribadi. Selama ini banyak orang yang merasakan ketindaknyamanan dalam berkendaraan salah satunya menggunakan tranportasi bus. Hal yang paling mengundang perhatian penulis yaitu terutama yang dialami oleh anak-anak. Sering kali anak-anak merasa cepat bosan, dan bingung apa yang harus mereka lakukan selama berada di dalam bus. Padahal jika kita tinjau lebih dalam, seharusnya anak-anak dapat tetap beraktivitas serta mengekspresikan apa yang ingin mereka lakukan sekalipun itu dilakukan di dalam bus. Karena dengan mereka mengekspresikan diri, maka akan banyak sekali ilmu dan hal-hal positif yang dapat mereka peroleh. Oleh itu untuk membangun suatu suasana yang konservatif, tentunya di dalam bus tersebut juga perlu ditunjang oleh beberapa fasilitas yang dapat membuat nyaman anak-anak selama perjalanan. Atas dasar pemikiran itulah, sehingga munculah ide dalam berbisnis dibidang transportasi bis travel dengan nama “ TRANS KIDS” , yaitu dengan upaya mengembangkan fasilitas yang ada di dalam bus. Oleh karena itu, tambahan fasilitas yang ada di dalamnya diharapkan dapat membantu para konsumen terutama anak-anak untuk memperoleh kenyamanan. Selain itu, alasan lain untuk menjalankan bisnis ini adalah dengan adanya peluang yang menjanjikan untuk memperoleh keuntungan di pangsa pasar demi bersaing di bidang transportasi. Sehingga segmen pasar dari bisnis Bus Travel “ TRANS KIDS ” ini adalah masyarakat menengah dan menengah keatas yang ingin berpergian, baik itu untuk kepentingan bertamasya, kegiatan study tour bersama keluarga atau dari instansi yang menyelenggarakan acara tersebut.
Sekarang ini banyak perusahaan-perusahaan bus travel yang berlomba-lomba dalam menciptakan suatu ide yang kreatif dan inovatif, guna memenuhi kebutuhan para konsumen. Namun sedikit diantaranya yang hanya memberikan fasilitas yang menunjang bagi anak-anak. Mereka lebih fokus terhadap para konsumen remaja serta dewasa saja. Untuk itulah Bus Travel “ TRANS KIDS “ ini hadir untuk mengatasi setiap kejenuhan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia khususnya anak-anak pada saat perjalanan serta turut menjadikan bus travel ini menjadi medium dalam membantu anak-anak untuk memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Seperti halnya yang ingin disampaikan dalam motto “ TRANS KIDS “ itu sendiri yaitu Easy Way to Get Fun Experinces.

1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan proposal ini adalah untuk mencari dan menemukan ide untuk mengembangkan wawasan dalam berwirausaha serta mempelajari peluang bisnis yang menjanjikan yang dapat dijadikan bekal untuk melaksanakan bisnis dan memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu tujuan penulisan proposal ini juga untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan.

1.3 Metode Penulisan
Metode penulisan proposal ini adalah dengan cara observasi langsung di Terminal Kampung Rambutan, Lebak Bulus, Taman Bermain Anak-Anak serta pengumpulan data yang diperoleh melalui internet, wawancara sumber dan data yang diperoleh sendiri secara individual. Data berupa gambar seperti denah didapat dengan cara membuat sendiri menggunakan software khusus yaitu Corel Draw dan Adobe Photoshop. Semua data yang diperoleh sesui dengan kebutuhan pada mata kuliah Kewirausahaan.














BAB II
RUMUSAN IDE BISNIS

Dalam menciptakan suatu ide usaha tidak terlepas dari pengurus ruang lingkup internal dan eksternal. Begitu pula dalam upaya merealisasikannya, karena kedua ruana lingkup tersebut memiliki pengaruh besar terhadap bisnis yang akan dijalankan baik secara perkembangan maupun prospek bisnis di masa depan.
2.1 Analisis Lingkungan Internal
Banyak hal yang dapat digolongkan ke dalam analisis internal yang mempengaruhi bisnis, salah satunya adalah Pengelolaan Resiko. Pengelolaan risiko dolakukan dengan mengidentifikasi, menghitung dan mengantisipasi serta menyiasati risiko bisnis yang mungkin terjadi sehingga dapat meminimalisir risiko dan mengoptimalisasi kinerja yang ada dalam lingkungan perusahaan atau internal. Contoh lingkungan internal dapat dilihat dari aspek keuangan, sumber daya manusia, produksi dan pemasaran.

2.2 Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan adalah pola dimana semua kondisi atau faktor eksternal mempengaruhi atau menuntun kearah kesempatan atau ancaman bagi kehidupan dan pengembangan perusahaan. Sebelum perusahaan dapat memulai pemrumusan strategi, manajemen harus mengamati lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi kesempatan dan ancaman yang mungkin terjadi. Untuk itu perlu dilakukan Pengamatan Lingkungan untuk mengetahui tingkat kekerasan lingkungan yang dihadapi suatu perusahaan dalam menentukan strategi bisnisnya. Pengamatan lingkungan adalah upaya pemantauan, pengevaluasian dan penyebaran informasi dari lingkungan ekternal kepada pihak manajemen dalam perusahaan sebagai alat manajemen untuk menghindari kejutan strategi serta memastikan kesehatan manajemen dalam jangka panjang.




2.3 Mengelompokan Ide Usaha
• Tipe A > New Market
Ide memasarkan (produk/usaha) ke wilayah lain. Ide menawarkan kepada konsumen dengan barang/jasa yang belum tersedia dalam pasar setempat namun sudah ada di wilayah lain.
• Tipe B > New Technology
Menerapkan teknologi baru. Ide mererapkan untuk suatu proses produksi.
• Tipe C > New Benefit
Membuat nilai tambah produk. Ide menemukan cara baru atau yang disempurnakan untuk suatu fungsi/produk lama.

Tipe ide dari bisnis bus travel Trans Kids ini adalah Tipe A > New Market, alasannya karena belum adanya perusahaan-perusahaan yang memberikan fasilitas arena bermain untuk anak-anak terutama di Indonesia. Dengan adanya ide dan inovasi tersebut diharapkan dengan hadirnya bisnis semacam ini, akan dapat memotivasi para perusahaan-perusahaan jasa tranportasi untuk lebih mengembangkan fasilitas-fasilitas yang ada didalam produk jasa mereka.



















BAB III
RENCANA PRODUKSI

Salah satu upaya yang dilakukan agar dapat menghasilkan jasa yang memuaskan, sebuah aktivitas produksi harus dikelola dengan baik melalui 4 fungsi manajemen atau yang lebih dikenal dengan POAC yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengaturan), Actuating (Peranan Aksi), Controlling (Pengendalian). Aktivitas perencanaan dibidang produksi tersebut antara lain :

3.1 Proses Produksi
Dalam menjalankan proses produksi, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum akhirnya bus bisa siap pakai oleh para konsumen. Tahapan tersebut terdiri dari : Tahap Investasi, Tahap Produksi, Tahap Pemasaran dan Tahap Operasi. Dibawah ini adalah skema Alur Proses Produksi PT Trans Kids Travel :

Alur Proses Produksi Trans Kids Travel Bus















3.2 Kapasitas Produksi
Perencanaan kapasitas produksi jasa bus travel TRANS KID ini disesuaikan dengan permintaan puncak, yaitu berkenaan dengan waktu musim liburan sekolah dan sejumlah perayaan besar seperti : Natal, Idul Fitri, Tahun Baru dsb.
Oleh karena itu untuk dapat memenuhi besarnya permintaan puncak tersebut , maka perusahaan menyediakan sekitar 20 bus dipersiapkan agar sesuai dengan permintaan pasar. Karena dapat dipastikan bahwa dalam waktu-waktu tersebut peningkatan para pengguna jasa bus travel akan meningkat 97%, melebihi permintaan pada hari-hari biasa.

3.3 Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas merupakan proses monitoring kinerja produk yang membandingkan antara perencanaan dan hasil yang diperoleh apakah sesuai atau tidak.
Pengendalian kualitas perlu diaktualisasikan agar kualitas serta kenyamanan para pengguna jasa bus travel ini tetap terjaga. Untuk memenuhi hal tersebut maka perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
1. Menjaga kebersihan. Kebersihan merupakan poin penting dalam menjalankan suatu usaha. Kenyamanan konsumen menjadi prioritas untuk mempertahankan kualitas
2. Selektivitas karyawan yang memiliki kemampuan yang kompeten di bidangnya, dan mampu bekerja secara profesional
3. Selalu menjaga kondisi kendaraan, agar memenuhi standarisasi kelayakan berkendara
4. Menjaga kondisi mesin melalui pemeriksaan rutin, hal tersebut dilakukan supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan dan terlebih dapat memperpanjang umur mesin
5. Melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi ban, sparepart, dan kebutuhan lain berkaitan dengan pengadaan fasilitas di dalam bus
6. Memberikan pelayanan terbaik dan bersikap ramah kepada konsumen
7. Menambah jumlah armada dalam rangka mengatasi lonjakan permintaan.

































3.5 Layout Sarana Produksi
Bus sarana produksi PT Trans Kids memiliki sebanyak 20 unit. Masing-masing unit memiliki ukuran 5x3m. Ukurannya yang panjang dan lebar memungkinkan menampung konsumen anak sebanyak 35 orang.


Gambar 1. 1 Bus Sarana Produksi PT TRANS KIDS COMPANY














Fasilitas :

• Driver Room
• TV & DVD Player
• Game Station
• Chairs
• Air Conditioner
• Mini Canteen
• Fun Learning Area
• Toilet


BAB IV
RENCANA PEMASARAN

Rencana pemasaran produk jasa dapat dikelompokkan dalam empat strategi yang terkenal dengan istilah marketing mix (Bauran Pemasaran). Bauran pemasaran dalam bisnis ini diantaranya :
4.1 Strategi Produk (Product Mix)
Produk ini merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang jasa tranportasi yang diberi nama TRANS KID. Hal yang membedakan antara produk ini dengan beberapa usaha tranportasi ini terletak pada penambahan fasilitas berupa arena bermain mini yang khusus dijadikan sebagai media penunjang bagi kreatifitas anak-anak. Perbedaan lain juga terdapat pada bentuk fisik dari produk itu sendiri, dimana bus travel TRANS KIDS ini memiliki bentuk yang lebar dan memanjang sehingga memungkinkan dapat menampung banyak konsumen dan merekapun akan mendapatkan keleluasaan dalam bergerak karena ruang yang disediakan cukup representatif.
4.2 Strategi Harga (Price Mix)
Trans Kids Travel Bus menawarkan harga jasa yang disesuaikan dengan segmentasi pasar yang dikhususkan memiliki status ekonomi sosial (SES) menengah keatas. Untuk harga sekali perjalanan konsumen akan dikenakan biaya untuk sekali perjalanan sesuai rute :
- Jakarta-Bandung : Rp2.000.000
- Jakarta-Bali : Rp6.000.000

4.3 Strategi Distribusi (Place Mix)
Langkah utama yang dilakukan agar produk ini dikenali oleh konsumen yaitu dengan cara membuka office centre atau kantor pusat dan kantor cabang pembantu atau office helper yang telah tersebar di wilayah Jakarta, Bandung, dan Pulau Bali. Jarak tempuhnya pun dikhususkan hanya di sekitar Pulau Jawa dan Bali. Dengan demikian saluran pemasarannya merupakan tingkat dua yang berarti bahwa proses distribusinya terdiri dari dua perantara, yaitu kantor pusat dan kantor cabang pembantu yang mana dalam proses kerjanya diawasi oleh para kepala bagiannya masing-masing. Dengan demikian produk ini menggunakan saluran distribusi tingkat dua.

Berikut adalah Bagan Alur Distribusi Produk Jasa pada Trans Kids Travel
















4.4 Strategi Promosi (Promotion Mix)
Strategi promosi yang dilakukan oleh Trans Kids Travel Bus untuk dapat dikenal oleh masyarakat yaitu melalui media periklanan baik itu melalui media massa : televisi, radio, internet serta media cetak : koran, spanduk, brosur, pamplet, flyers, majalah yang akan dipublikasikan di tempat-tempat umum dan sejumlah tempat strategis lainnya yang dapat dijangkau oleh masyarakat.
Taktik Pemasaran
a. WHAT
Untuk menarik minat konsumen maka bus travel TRANS KIDS ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut antara lain full AC, tempat duduk yang nyaman, arena bermain mini (Fun mini area) TV, DVD Player, Toilet, Mini Kantin, dan game station sebagai hiburan untuk anak-anak selama di perjalanan. Untuk menjaga berbagai fasilitas tersebut maka perlu dilakukan :
1. Menjaga kebersihan. Kebersihan merupakan poin penting dalam menjalankan suatu usaha, terutama usaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa transportasi. Kenyamanan konsumen menjadi prioritas untuk mempertahankan kualitas.
2. Selektivitas karyawan yang memiliki kemampuan yang kompeten di bidangnya, dan
mampu bekerja secara profesional
3. Selalu menjaga kondisi kendaraan, agar memenuhi standarisasi kelayakan berkendara.
4. Menjaga kondisi mesin melalui pemeriksaan rutin, hal tersebut dilakukan supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan dan terlebih dapat memperpanjang umur mesin.
5. Melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi ban, sparepart, dan kebutuhan lain berkaitan dengan pengadaan fasilitas di dalam bus.
6. Memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen,
7. Bersikap ramah pada saat melayani konsumen.

b. WHO
TRANS KIDS Travel Bus memiliki karyawan sebanyak 100 orang yang ada di kantor pusat maupun kantor cabang pembantu. Serta sebanyak 20 armada bus yang terdiri dari 20 pramudi dan Co Driver. Serta sebanyak 20 orang yang ada pada bagian Quality Control yang bertugas mengawasi dan mengatur performa kendaraan.

c. WHERE
Trans Kids Travel Bus memiliki kantor pusat di Jakarta, Bandung dan Bali . Kantor pusat yang ada di daerah Jakarta beralamat di Jl. Duren Tiga Barat VI No. 6 Warung Buncit, Jakarta selatan. Untuk daerah Bandung beralamat di Jl. Riau No. 9A, Bandung dan untuk kantor pusat di Bali beralamat di Jl. Bhrata Raya Kav.9 C No. 45, Denpasar, Bali.

d. HOW
Untuk memperkenalkan produk yang bergerak di bidang jasa transportasi ini , maka perlu dilakukan upaya mengiklankan produk melalui media elektonik : TV, radio, internet, dan media cetak : Koran, majalah, spanduk, billboard dll.














BAB V
RENCANA ORGANISASI

5.1 Struktur Organisasi





















Keterangan :
1. Trans Kids Company, dipimpin oleh seorang presiden direktur. Dalam menjalankan kepemimpinannya ia dibantu oleh seorang Wakil Presiden.
2. Wakil presiden membawahi empat jabatan direktur diantaranya : direktur pemasaran, direktur keuangan, direktur HRD (Human Resources Development), dan Direktur Quality Control.
3. Direktur pemasaran memiliki tugas dan fungsi yaitu memproyeksikan identitas perusahaan untuk disampaikan kepada masyarakat serta menjalankan tugas-tugas di bidang pemasaran produk. Peranan direktur pemasaran juga tidak terlepas dari tugas dan peran serta bagian marketing komunikasi yang akan mengoptimalkan kinerja direktur pemasaran dalam memasarkan produk.
4. Direktur keuangan membawahi tiga kepala bagian, yaitu kepala bagian akuntansi yang bertugas untuk mencatat dan menghitung segala penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Kepala bagian perpajakan bertugas dalam mengurusi perpajakan perusahaan dan kepala bagian audit yang bertugas melakukan pemeriksaan ulang dalam hal keuangan terhadap beberapa output dan input yang diperoleh.
5. Direktur HRD atau Direktur SDM membawahi kepala bagian personalia yang bertugas dalam mengurusi karyawan dan driver serta bertugas dalam menyeleksi dan menerima karyawan serta driver yang memiliki skill dan keahlian yang memenuhi kriteria perusahaan. Bagian personalia membawahi karyawan, driver dan co driver.
6. Direktur quality control membawahi bagian quality control yang bertugas dalam mengontrol dan menjaga kondisi kendaraan (Bus), serta bertanggung jawab dalam pengoperasian mesin serta bagian –bagian bus, terutama sebelum melakukan perjalanan. Bagian quality control membawahi bagian mekanis.
7. Keberadaan humas dalam perusahaan yaitu memiliki peranan dalam menjaga pada aspek hubungan Publik Intern yang meliputi hubungan dengan karyawan, pemegang saham, dan stakeholder. Serta meliputi hubungan Publik Extern antara lain dengan pelanggan selaku konsumen, instansi pemerintah, dan juga hubungan dengan pers. Hubungan baik yang tercipta diantara keduanya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu fungsi humas juga membantu presiden direktur dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam perusahaan.


BAB VI
RENCANA FINANSIAL

6.1 Proyeksi Kebutuhan Biaya
Dalam menjalankan suatu usaha, kebutuhan biaya merupakan hal terpenting yang termasuk ke dalam modal awal. Kebutuhan biaya tersebut dijadikan sebagai sumber dana untuk modal awal memulai usaha. Biaya yang dibutuhkan dibagi menjadi 2, yaitu:

6.1.1 Biaya Langsung
Biaya Langsung adalah biaya yang langsung dibebankan kepada suatu jumlah atau hasil tertentu. Dalam PT. Trans Kids Co. biaya langsung adalah sebagai
berikut :

a. Biaya Bahan Baku :
1. Bensin(Solar)
600 Liter @ Rp5400/minggu Rp3.240.000
2. Kertas Untuk Tiket 200 Lembar @ Rp1500 /minggu Rp300.000
3. Oli 45 Liter @ Rp45.000/minggu Rp2.025.000
4. Uang Tol dan Lain-Lain /minggu Rp1.200.000+

Jumlah Rp6.765.000

b. Tenaga Kerja
20 Orang @ Rp250.000 Rp5.000.000+
Total Biaya Langsung Rp11.490.000








6.1.2 Biaya Tidak Langsung

Biaya tak langsung adalah biaya yang langsung dibebankan kepada hasil produk tertentu, tetapi untuk suatu prestasi misalnya untuk biaya penjualan PT. Trans Kids Co. memprediksikan kebutuhan biaya tak langsung yang terdiri dari biaya :

Overhead

1. Listrik Rp700.000
2. Air Rp500.000
3. Telepon Rp1.500.000
4. Penyusutan : - Bangunan Rp70.000.000 - Bus (Kendaraan) Rp20.000.000
- Peralatan Rp1.500.000
5. Uang Makan Supir dan Karyawan Rp1.500.000
6. Pajak Rp5.000.000
7. Asuransi Supir dan Karyawan Rp1.800.000
8. Biaya lain-Lain Rp250.000

Total Biaya OHC Rp102.750.000








Menghitung HPP Produk

Biaya Bahan Baku+Biaya Tenaga Kerja Langsung+Biaya OHC
HPP =
Jumlah Output Quantitas (EQ)

Rp6.765.000+Biaya Rp5.000.000 + Rp102.750.000
HPP =
20

Rp117.515.000
HPP =
20

HPP = Rp5.875.750


Menghitung HPP Bahan

Biaya Bahan Baku+Biaya Tenaga Kerja Langsung+Biaya OHC
HPP =
Jumlah Output Quantitas (EQ)

Rp6.765.000+ Rp5.000.000 + Rp102.750.000
HPP =
4

Rp117.515.000
HPP =
4

HPP = Rp29.378.250




6.2 Proyeksi Sumber Dana

Modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ini adalah sebesar Rp. 8.560.000.000 Kebutuhan dalam menjalankan usaha ini diperoleh dari modal sendiri Rp8.000.000.000, Pinjaman dari kreditor (Bank) sebesar Rp. 560.000.000 dengan bunga yang rendah dan akan dikembalikan sekitar 5 tahun. Biaya selanjutnya akan dipenuhi oleh pemasukan seiring dengan menaiknya angka penjualan produk

6.3 Proyeksi Penerimaan
Proyeksi penerimaan yang ada pada perusahaan Trans Kids ini berapa banyak uang yang didapat selama periode tertentu. Jumlah uang yang didapat, ditentukan dengan metode harga pokok plus laba yaitu dengan cara menambah harga pokok produksi dengan persen laba yang diinginkan.

6.4 Analisis Kelayakan Finansial
Secara garis besar perusahaan Trans Kids dikatakan sebagai usaha yang layak untuk dikembangkan karena tergolong ke dalam tipe usaha A yaitu New Market dimana kami selaku produsen dapat memberikan suatu ide baru yang mana belum adanya perusahaan-perusahaan jasa travel yang mampu memberikan fasilitas arena bermain untuk anak-anak terutama di Indonesia.
6.5 Analisis Rugi dan Laba
Berkaitan dengan proyeksi sumber dana yang mana sumber dana utamanya adalah peminjaman awal sebesar Rp. 560.000.000 kepada Bank, tentunyaa perhitungan laba dan rugi menjadi hal paling penting yang harus dilakukan dan dijaga serta diawasi dan dievaluasi berkala secara transparan, untuk mencegah molornya waktu pembayaran terhadap Bank karena kesalahan perhitungan.
Hal ini juga dilakukan untuk mengevaluasii kinerja para karyawan dalam jangka waktu yang telah ditentukan secara berkala sehingga langsung dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

6.6 Titik Impas
Titik impas adalah satu analisis yang menunjukan kondisi perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Untuk menganalisis titik impas, biaya-biaya perusahaan perlu di klasifikasikan menjadi dua, yaitu :
a. Biaya tetap (Fixed Cost)
Biaya yang besarnya tidak berubah-ubah mengikuti jumlah output yang diinginkan, yang termasuk Fixed Cost adalah :

- Pimpinan / Owner : Rp5.000.000
- Tenaga Kerja : Rp5.000.000
- Biaya Pengelolaan Bus : Rp8.000.000
- Biaya Penyusutan : Rp91.500.000
Rp109.500.000
b. Biaya variable
Biaya yang besarnya berubah-ubah sesuai dengan output yang diinginkan yang termasuk biaya variable adalah :
- Bahan baku : Rp6.765.000

Rumus Titik Impas :
TFC
Qimpas =
Harga Jual/unit – TVC/Unit

Rp109.500.000
=
Rp6.000.000 – Rp2.000.000

= Rp105.500.000

 Jadi titik impasnya adalah sebesar Rp105.500.000 yang harus diperoleh setiap bulannya dari perolehan penjualan jasa . Apabila kurang dari jumlah tersebut maka, Perusahaan Trans Kids akan melalui kerugian.

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan
Hasil dari uraian proposal diatas maka dapat disimpulkan bahwa peluang usaha dalam usaha mengembangkan bus travel ini baik dari segi ide, sasaran pasar, hingga rencana financial memiliki prospek yang baik dunia bisnis dan masa depan. Namum hal ini akan terus berjalan dan bertahan jika jumlah penumpang terus berada di atas titik impas yang telah ditentukan. Dan total pendapatan yang diterima tetap lebih tinggi dari total biaya atau pengeluaran. Selain itu perusahaan ini dapat berjalan dengan baik jika segala perencanaan yang disusun dengan matang dan terstruktur. Jadi realisasi yang terjadi tidak menyimpang dari perencanaan yang ditetapkan. Namun faktor yang terpenting adalah jiwa dan karakter dari para entrepreneur ini sendiri.
Dalam memulai suatu usaha pasti tidak terlepas dari adanya hambatan dan rintangan yang terjadi. Khususnya hambatan yang dialami oleh usaha yang baru berdiri dan baru mulai berjalan. Hambatan yang terbesar yang dialami usaha baru adalah sosialisasi dan promosi kepada masyarakat untuk mengenal produk jasa ini. Promosi ini tidak terlepas dari adanya penentuan segmen pasar dari suatu usaha. Maka segmen pasar dari usaha ini adalah masyarakat golongan menengah dan menengah keatas yang ingin berpergian sendiri maupun bersama keluarga dan teman-temannya.

7.2 Saran
Usaha ini sudah cukup baik konsep, perencanaan, segmen pasar dan tujuan dari usaha ini. Hanya saja karena banyaknya modal yang digunakan untuk memulai usaha ini perlu lebih diperhatikan dan lebih terperinci agar kelak jika perusahaan ini dapat berjalan tidak mengalami kerugian baik dari segi moril maupun materil. Namun tetap dilakukan upaya yang sebaik-baiknya dalam menyusun proposal ini agar laporan yang disajikan dapat terealisasikan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar