Selasa, 16 Februari 2010

sistematika pembuatan cerpen

tips bikin cerpen dari Sitta Karina
Share
Thursday, May 14, 2009 at 2:34pm
Cerpen Secara Umum

Cerpen merupakan bentuk karya fiksi seperti halnya novel dan puisi. Secara umum kriteria cerpen adalah:

♣ Karya singkat dari sebuah fiksi
♣ Merupakan narasi, maka itu memiliki unsur intrisik narasi yang penting: alur
♣ 1.000 – 20.000 kata
♣ Juga memiliki elemen plot, konflik, karakter, latar (setting) dan dialog, namun biasanya hanya fokus pada 1-2 karakter dan 1 kejadian
♣ Cerpen cenderung ‘memperlihatkan’ karakter si tokoh pada satu momen penting daripada membangunnya melalui beberapa kejadian
♣ Dengan membaca cerpen, pembaca dapat menarik kesimpulan, insight, serta kesan cerita secara menyeluruh, walau hanya berdasarkan satu kejadian penting tersebut

Secara umum, struktur dasar pada cerpen sama dengan struktur dasar novel namun tanpa penjelasan mendetail, dapat dilihat pada bagan berikut ini:







02 Alur dan Plot


ALUR pergerakan cerita dari waktu ke waktu
Jenis alur:
1. Alur progresif (maju)
Skema: A – B – C – D – E
2. Alur flashback (kilas balik)
Skema: E – D – C – B – A
3. Alur campuran keduanya
Bisa terjadi beberapa skema, yaitu:
A – E1 – B – C – D – E2
A – C1 – B – C2 – D – E
A – B1 – D1 – C – B2 – D2 - E

Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, serta aksi (action).
• Narasi pelukisan dinamis (dengan kata-kata) para tokoh maupun pergerakan benda-benda yang merupakan sebab serta akibat aksi tokoh-tokoh itu
• Deskripsi pelukisan statis (dengan kata-kata) terhadap suasana yang melatari cerita
• Dialog kata-kata yang diucapkan tokoh cerita (ada 2, yaitu: dialog lahir dan dialog batin)
• Aksi aktifitas fisik, gerakan, atau perbuatan tokoh cerita

PLOT kejadian-kejadian, rangkaian sebab-akibat yang memicu krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks

Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi tokoh saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain hingga terbentuk persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, dicari penyelesaiannya hingga menuju akhir cerita (ending)

Di dalam alur terdapat plot, tapi plot bukan alur.

Dalam cerpen, plot harus diciptakan sepadat mungkin agar kata-kata tidak mubazir.

Selain itu kecerdasan dan kearifan penulis diuji; bagaimana ia menyelesaikan persoalan yang diciptakannya hingga dapat menghasilkan solusi yang mampu memberikan “sesuatu” kepada pembacanya.

Tips untuk memaksimalkan alur dan plot dalam cerita kita:
• Buat paragraf pembuka cerita yang menarik yang membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya
• Bangun tema dan premis cerita yang kuat dan jelas agar plot tidak “kedodoran”
• Sederhanakan peristiwa / kejadian. Cukup 1-2 kejadian penting. Jangan melebar kemana-mana
• Jaga tema cerita yang kamu buat sejak awal, paparkan episode-episode kejadian yang berkaitan dengan tema itu, dan jalankan cerita menuju resolusi / tujuan akhirnya
• Dalam menyajikan peristiwa dalam cerpen, adopsi peristiwa yang terjadi di dunia nyata ke dalam cerita, jangan sebaliknya


EITS.. ini masih ada kelanjutannya lho! Minggu depan Sitta Karina akan kasih tahu soal pembuatan konflik dan klimaks dari sebuah cerpen! Tungguin yaaaa! Oya, ditunggu lho komennya!


tips bikin cerpen dari Sitta Karina part 2
Share
Wednesday, May 20, 2009 at 7:28pm
Gals, ini dia tips bikin cerpen dari Sitta Karina part 2! Enjoy!


03 Konflik Sebagai Elemen Kunci





Aksi dan reaksi yang bertentangan dari tokoh cerita menimbulkan konflik, tapi pertentangan itu tidak harus antar para tokoh saja. Kalau begitu, sebenarnya yang disebut konflik itu apa, sih?

Konflik adalah pertentangan antar kekuatan yang saling berlawanan. Kekuatan itu bisa berupa manusia (tokoh), keadaan, dan masyarakat.

Ada 2 tipe konflik:
1. Eksternal – pertentangan di luar diri tokoh
2. Internal – pertentangan di dalam diri tokoh (dengan dirinya sendiri); terjadi ketika tokoh tersebut harus membuat keputusan, mengatasi sakit hati, menenangkan kemarahan, menolak keinginannya, dan lain sebagainya

Konflik bersifat fundamental (mendasar); dengan mengubah sifat tokoh, maka jalan cerita bisa ikut berubah tapi tetap menuju arah yang sama. Sedangkan dengan mengubah konflik, maka jalan cerita dan arahnya bisa ikut berubah.

Dilihat dari jenis kekuatan yang saling berlawanan, konflik dibedakan sebagai berikut:
1) Man vs. Man (physical) Tokoh utama menggunakan kekuatan fisiknya berhadapan dengan toko-tokoh orang lainnya, kekuatan alam, maupun binatang
2) Man vs. Circumstances (classical) Tokoh utama berhadapan dengan takdir atau situasi-situasi dalam kehidupan
3) Man vs. Society Tokoh utama berhadapan dengan ide, pemahaman, maupun politik dari sekelompok orang
4) Man vs. Himself/Herself (psychological) Tokoh utama berhadapan dengan dirinya, jiwanya, pemikiran yang benar maupun salah tentang dirinya, keterbatasan kemampuan, pilihan yang dibuatnya, dan lain-lain

Apa yang membuat sebuah konflik bagus?
Ketika membuat konflik, harus diingat bahwa yang paling mendasarinya adalah keinginan besar.

Keinginan besar si tokoh dalam menghadapi kekuatan-kekuatan lain yang berlawanan dengannya digambarkan dengan karakterisasi dan narasi.

Konflik berbeda dengan krisis. Krisis adalah suatu keadaan mendesak dan darurat, seperti kecelakaan atau terkena penyakit. Sedangkan pada konflik terjadi interaksi antara “sesuatu” yang berhadapan dengan “sesuatu” (A vs. B).

3 langkah merumuskan konflik cerpen:
1. Taruh seseorang di atas pohon beri si tokoh utama keadaan yang harus ia hadapi
2. Lempari dia dengan batu dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus si tokoh utama selesaikan
3. Buat dia turun tunjukkan bagaimana akhirnya tokoh kita menyelesaikan masalahnya itu. Hal terakhir ini seringkali digunakan penulis untuk menyampaikan pesan (insight) kepada pembaca

Tips memformulasikan konflik yang baik:
• Tulis dalam 1 kalimat apa yang sangat diinginkan tiap tokoh
• Bangun kejutan (suspens) dalam cerita; jangan terjebak dalam kejadian “kebetulan”
• Semakin tajam perbedaan karakter antar tokoh, semakin tajam konflik yang terjadi
• Bingung menulis konflik yang seperti apa? Coba lihat videoklip yang sering berseliweran di TV. Pertentangan yang ditunjukkan dengan aksi para model-modelnya merupakan konflik juga. Sebagai permulaan, kamu bisa adopsi konflik yang serupa dari konflik di videoklip itu








04 Klimaks





Seperti apakah klimaks dari sebuah cerita?
• Ketika seluruh konflik sampai pada tahap puncaknya, maka klimaks cerita akan terjadi
• Ketika narasi sampai pada bagian paling dramatis
• Saat cerita mencapai bagian yang paling seru
• Saat cerita sampai pada bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh pembacanya. Selama membaca cerita dari awal, pembaca disajikan berbagai petunjuk hingga mereka menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya

Apa yang terjadi pada saat cerpen mencapai klimaksnya?
1) Tokoh utama tahu apa yang harus ia putuskan, apa yang harus ia lakukan
2) Tokoh utama menyadari hal-hal yang tidak ia lihat sebelumnya
3) Bentuk dari klimaks bisa berupa: resolusi, recognition, atau keputusan

Tips menciptakan klimaks yang dahsyat:
• Karena singkatnya cerita, elemen “kejutan” dalam cerpen adalah cara yang baik untuk menyelesaikan narasi
• Ciptakan kompleksitas dalam cerpen hingga mencegah pembaca menebak akhir dari cerita tersebut
• Dalam klimaks yang bagus akan terkandung insight, memperlihatkan sesuatu (pesan, moral, pembelajaran, nasihat) tentang sifat manusia







05 Cerpen Modern





Di Indonesia, kaidah cerpen yang banyak diminati majalah remaja kini telah berkembang dan tidak selalu harus sesuai dengan elemen-elemen dasarnya, namun cara baru ini nyatanya diterima dan tidak menyalahi kaidah lama yang ada.

Beberapa ciri khas cerpen modern, terutama cerpen remaja masa kini:

1. Tidak harus selalu fiksi. Bisa juga non-fiksi seperti catatan jurnal, catatan perjalanan, prosa liris. Contoh: Perjalanan Mata dan Hati karangan Prima Rusdi, penerbit Terrant Books

2. Tema lebih simpel, biasanya diangkat dari kejadian sehari-hari

3. Terdiri dari beberapa karakter, tidak hanya satu atau dua saja

4. Terdiri dari beberapa kejadian

5. Pemaparan narasi lebih singkat, umum, tidak puitis, menggunakan bahasa sehari-hari (kadang ada campuran bahasa asingnya)

6. Genre campuran (tidak hanya satu jenis), seperti: romance-horor, fantasi-suspens, dan lainnya

7. Akrab dengan unsur pop





06 Tips Menulis Cerpen





Ingin mencoba menulis cerpen seperti kisah-kisah Sitta Karina yang pernah kamu baca namun kesulitan memulainya? Intip kiat-kiat penting secara bertahap berikut ini:

♣ Baca cerpen sebanyak-banyaknya. Perhatikan bagaimana penulis membangun karakter, menyusun dialog, serta menstrukturkan plotnya.

♣ Kumpulkan ide-ide yang ada untuk cerita. Biasa disebut inspirasi, dimana inspirasi ini bisa muncul kapan saja, di mana saja. Kadang ide-ide tersebut muncul langsung bersamaan, kadang secara bertahap sehingga kita selalu butuh notes untuk menuliskannya agar tidak lupa.

♣ Tentukan ide dasar (premis) dan jabarkan. Setidaknya sebuah cerpen harus memiliki:
1) Eksposisi (ceritanya mengarah pada suatu klimaks)
2) Klimaks (titik balik dalam cerita akibat konflik antar karakter atau di dalam karakter itu sendiri)
3) Resolusi (suatu akhir yang cukup memuaskan bagi pembaca, dimana konflik sentral terselesaikan – atau tidak)

♣ Ketahui karaktermu secara mendetail. Kita harus bisa mendalami sifat, motivasi, dan sudut pandang karakter cerita yang kita ciptakan ini. Tentunya kita tidak bisa mengikutsertakan seluruh informasi tentang si karakter dalam cerpen. Tapi dengan mengetahui karakter secara mendetail, karakter tersebut akan semakin “hidup”—bagi kamu, juga pembacamu.

♣ Batasi panjang ceritamu. Kejadian-kejadian utama yang terjadi pada cerpen harus dibatasi dalam jangka waktu pendek, berbeda dengan novel yang lebih panjang, kompleks, dengan karakter pendukung dan subplot yang lebih banyak. Secara umum, dalam cerpen kita cukup membangun 2-3 karakter utama, 1 plot, dan 1 setting saja.

♣ Tentukan siapa yang akan bercerita. Apakah itu sudut pandang orang pertama (“aku, saya”) atau orang ketiga “(dia”). Sudut pandang orang kedua jarang digunakan.

♣ Mulai menulis. Rumuskan dulu tema, plot, dan karakter, baru kembangkan plot tersebut menjadi draft kasar. Tulis apa yang ingin kamu tulis. Don’t hold back.

♣ Kalimat pertama ceritamu sangat penting. Inilah yang menjadi penarik perhatian pembacamu. Jangan bertele-tele menjelaskan karakter atau informasi tidak penting lainnya karena dalam cerpen, kamu tidak punya ruang banyak untuk bercerita.

♣ Tetap menulis secara teratur. Lakukan proses kreatifmu ini—menulis, mengembangkan cerita—secara teratur, tiap hari, walau mungkin hanya sebentar. Asah pikiran untuk terus mengolah cerita.

♣ Biarkan ceritamu mengalir. Dalam proses menulis ini, kamu mungkin ingin mengubah plot, membunuh suatu karakter, dan lainnya. “Dengarkan” apa kata si karaktermu di kepala.

♣ Revisi dan edit. Setelah cerita selesai, sebisa mungkin diamkan dulu (min.) selama 2 hari, lalu lihat kembali ceritamu. Proses penyuntingan seperti ini akan memudahkan kamu “melihat” kesalahan dan kekurangan ceritamu dengan lebih mendetail.

♣ Minta opini kedua dari keluarga/teman dekat. Minta pendapat dan masukan sesungguhnya atas ceritamu yang sudah disunting ini kepada mereka. Dengarkan baik-baik apa kata mereka dan jangan berargumen.

♣ Gabungkan seluruh edit, revisi, dan masukan yang valid tersebut. Cerpenmu akan menjadi lebih baik kalau kamu dengan jeli mempertimbangkan semua kritik konstruktif yang masuk, tapi bukan berarti kamu harus mengikuti semuanya.

Ada beberapa tips tambahan yang sama pentingnya:
1) Kalau tidak ada keluarga/teman dekat untuk dimintai opini, kamu bisa bergabung di grup tulis-menulis (yang ada di daerahmu atau secara online)
2) Kamu bisa menulis kejadian-kejadian lampau dan fantasi, mencampurkannya dalam ceritamu.
3) Lakukan riset
4) Awali dengan pre-writing work (kegiatan menyusun tema, plot, karakter utama cerpen)
5) Kalau kesulitan brainstorming, coba buat jaring-jaring atau tabel dari karakter yang menghubungkan satu karakter ke lainnya. Tuliskan peranan mereka masing-masing dalam cerita.
6) Kembangkan gaya menulismu.
7) Jangan berpikir terlalu keras pada satu waktu yang sama ketika menyusun cerita. Berhenti sejenak, dan kembali lagi menulis setelah kamu istirahat.
8) Mainkan playlist lagu favoritmu selama menulis. Cara ini efektif memicu ide-ide fantastis mengalir keluar


Kamu bingung bikin karakter dalam cerpen kamu? Contek tips2 berikut yang dibuat Mba Reda Gaudiamo. Beliau adalah penulis cerita pendek yang salah satu ceritanya masuk dalam kompilasi THE GALLERY OF KISSES: Compilations of Short Story.


CHARACTER itu adalah…
Tokoh yang kita ciptakan sebagai pelaku dalam cerita.
- Harry Potter
- Frodo
- Charlie
- Hermione


Macam-macam Tokoh:
- Round Character: Tokoh utama yang mengalami berbagai konflik, peristiwa, dan menjadi titik utama cerita. Contoh: Ken Arok dalam buku Arok - Dedes, Pramoedya Ananta Tour, Harry Potter…

- Flat Character/two dimensional character: Tokoh sampingan yang muncul dalam cerita, tetapi tidak memegang peran terlalu penting tetapi diperlukan kehadirannya untuk menghidupkan cerita dan menguatkan tokoh utama. Contoh: para punakawan dalam cerita pewayangan, Arthur dalam Batman

- Foil Character: karakter yang membuat tokoh lain tampak lebih jelas, kontras. Contohnya, kakak tiri Cinderella yang jahat. Membuat kita semaki mudah melihat kebaikan hati Cinderella.

- Static Character – karakter yang tak mengalami perubahan sejak awal cerita hingga akhir. Meski ada peristiwa penting, ia tetap saja tak berubah. Contohnya: Tokoh Emak dalam Bajaj Bajuri.

- Stock Character: biasanya bukan tokoh utama, tetapi punya ciri khas yang kuat dan gampang diingat pembaca.Contoh: Pak Ogah dalam Unyil.


- Confidante: tokoh yang dipercaya oleh tokoh utama. Biasanya membantu tokoh utama untuk tampil lebih kuat dan jelas dalam cerita. Misalnya para kurcaci dalam cerita Snow White. Atau anjingnya Will Smith dalam I am legend.

- Dynamic Character: tokoh yang mengalami beberapa/banyak perubahan di sepanjang cerita. Dari jahat jadi baik, dari baik jadi jahat.

TOKOH CERITA
jagoan vs penjahat

Dilihat dari karakter/sifatnya, tokoh cerita kita bisa dibagi dalam dua jenis:
- Protagonis: tokoh yang menjadi pahlawan dalam cerita. Biasanya baik hati, jagoan, pandai…
- Antagonis: tokoh yang jadi lawan protagonis. Biasanya jahat, licik, menjengkelkan…

PENTING!

Meski ada beberapa jenis karakter yang kita kenal, tidak berarti semua harus ada dalam cerit. Bisa saja tokoh utama cerita adalah tokoh yang juga dinamis.

Semua jenis karakter itu adalah istilah yang diciptakan para kritikus sastra, agar memudahkan mereka dalam menganalisa sebuah cerita. Sebagai penulis, yang paling penting dan harus dilakukan setiap saat adalah menghidupkan, membuatnya nyata dan terpercaya selalu.

TAMPILKAN dia!
Dalam menghadirkan tokoh cerita, seorang penulis punya 2 pilihan cara penyampaian:
- Langsung - menyampaikannya lewat penjelasan yang sangat terinci tentang tokoh utamanya.
- Tidak langsung - menyampaikan gambaran tokohnya lewat pemikiran, perbuatan, kebiasaan, interaksinya dengan orang lain (bisa dilihat lewat dialog dan reaksi yang diterima tokoh lain).

Misalnya:

- Langsung:
Anita adalah anak yang manja, gampang tersinggung sehingga teman-temannya malas mengajaknya main bersama.


- Tidak Langsung:
“Si Anita diajak nggak?”
“Males ah. Suka sensi nggak jelas gitu! Bikin pegel aja.”


Ciptakan TOKOH ceritamu:

Siapa dia?
Dia harus nyata & terpercaya, jelas, beralasan, tidak mengada-ada. Menciptakan karakter yang terpercaya, menuntut kita untuk mengenalnya luar dalam. Kalau tidak, bagaimana kita bisa menyampaikannya dengan baik pada pembaca cerita kita?


TOP 10 QUESTIONS to help you out
- Dia tinggal di mana?
- Asalnya dari mana?
- Berapa umurnya?
- Siapa namanya? Punya nama panggilan?
- Bagaimana penampilannya?
- Seperti apa masa kecilnya?
- Apa pekerjaannya?
- Bagaimana ia menghadapi masalah?
- Siapa saja yang ada dalam kehidupannya?
- Apa tujuan hidupnya? Apa yang ia ingin capai dalam cerita ini?

Membuatnya TERPERCAYA

Ketika menciptakan tokoh, jangan terpancing untuk menjadikannya tokoh yang serba tiba-tiba:
- Tiba-tiba kaya
- Tiba-tiba mati
- Tiba-tiba gila dan membunuh semua orang di sekitarnya.

Untuk semua tindakan tokoh kita, harus ada
ALASAN YANG JELAS

Tokoh yang diciptakan mempunyai sifat-sifat yang dikenal
- Tokoh punya punya kelebihan dan kekurangan --Bahkan orang kaya dan cantik jelita punya kekurangan
- Tokoh punya kehebatan sekaligus kelemahan --Bahkan superhero punya kelemahan.

AYO temukan TOKOHMU:

Dia ada di mana-mana: di kelas, di busway, di jalan, di kolong tempat tidur…
Dia bisa siapa saja: bintang film, penyanyi, tukang sampah, mbok jamu, pembantu rumah tangga, baby sitter adik, kura-kura, burung… atau dia adalah dirimu sendiri!


LATIHAN MENCIPTAKAN TOKOH:
- Belajar jadi pengamat, pendengar & rajin mencatat
- Banyak membaca buku-buku yang ditulis pengarang ternama
- Banyak nonton film, dengar musik & lagu…
- Banyak menulis, menulis, menulis, menulis!
- Bikin BOX OF IDEAS!

business english : telephoning

TELEPHONING

DINI : Good Morning, Suncloud’s Company, Dini’s speaking.
How can I help you???
DYAH : Could I speak to Mr. Surya Setyawan ???
DINI : I’m afraid he’s out of the office.
Who’s speaking ???
DYAH : This is Dyah Retno from Bandung.
DINI : Can I take message, Ms. Dyah ???
DYAH : Yes, please. Would you tell him Dyah phoned and ask him to ring me later this afternoon.
He’s got my number, its very urgent.
DINI : Ok, I’ll make sure he gets the message
DYAH : Thank you,

manajemen perusahaan : sistem ISO perusahaan manufaktur

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karuniaNya, sebab hanya karena anugrahNyalah makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen Mata Kuliah Manajemen Perusahaan. Adapun tema yang dipilih oleh penulis adalah Perusahaan Iso dan perusahaan ISO yang dipilih oleh penulis adalah Perusahaan Unilever. Selain itu, penulis juga menyadari bahwa makalah ini dapat terselesaikan karena bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bpk Syarif Gerald selaku dosen mata kuliah yang telah memberikan tugas ini sehingga bias menambah wawasan penulis dari tugas yang diberikan, serta bersedia meluangkan waktunya untuk memeriksa dan memberikan nilai kepada makalah ini.
2. Orang tua penulis yang selalu memberikan semangat dan doa dalam proses pengerjaan makalah ini.
3. Semua pihak yang tidak bias disebutkan satu per satu yang telah membantu dalam pengerjaan makalah ini.
Penulis juga mengharapkan agar segala daya dan upaya yang telah diberikan dalam penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Namun, penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah ini.
Selamat membaca dan semoga makalah ini berguna bagi para pembaca.

Jakarta, 29 Januari 2009


Kelompok I


Daftar Isi
KATA PENGANTAR 2
BAB I PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Tujuan 4
1.3 Pembatasan masalah 4
1.4 Proses Pengumpulan data 5
1.5 Sistematika Penulisan 5
BAB II 6
PEMBAHASAN 6
2.1 Riwayat UNILEVER 6
2.2 Standar Sistem Manajemen UNILEVER 9
2.3 Standar Produk UNILEVER 11
2.4 Quality Assurance 14
2.5 Quality Control 14
BAB III 16
PENUTUP 16
3.1 Kesimpulan 16
3.2 Saran 16
Daftar Pustaka 18


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
ISO 9000 hanya merupakan standar manajemen kualitas. Dengan demikian, apabila ada perusahaan yang mengiklankan bahwa produknya telah memenuhi standar internasional, merupakan hal yang salah dan keliru, karena seharusnya manajemen perusahaan hanya boleh menyatakan bahwa sistem manajemen kualitasnya yang telah memenuhi standar internasional, bukan produk berstandar internasional.
ISO 9000 diterapkan pada manajemen organisasi yang memasok produk, sehingga akan mempengaruhi bagaimana produk itu didesain, di produksi, dirakit, ditawarkan dan lain-lain. Di masa mendatang, ISO 9000 sebagai standar manajemen kualitas global akan diterima di seluruh dunia sebagai suatu referensi untuk penerimaan atau penolakan produk dalam memasuki pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa ISO 9000 dapat diterima sebagai sistem manajemen kualitas yang universal dan umum untuk setiap organisasi, juga sebagai alat untuk peningkatan kualitas terus-menerus dan efisiensi organisasi.
1.2 Tujuan
Banyak kalangan masyarakat yang kurang memahami tentang manajemen ISO 9000. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih luas mengenai ISO 9000, dengan menjelaskan tentang suatu perusahaan yang sistem manejemennya berstandar ISO, sehingga pembaca dapat lebih memahami tentang manajemen ISO.
1.3 Pembatasan masalah
1. Riwayat Perusahaan UNILEVER
2. Standar Sistem Manajemen UNILEVER
3. Standar Produk UNILEVER
4. Quality Assurance UNILEVER
5. Quality Control UNILEVER

1.4 Proses Pengumpulan data
Data-data yang kami susun ini kami peroleh melalui penelusuran internet dan buku-buku tentang manajemen ISO. Semuanya kami rangkum menjadi satu dalam makalah ini.

1.5 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang, tujuan, pembatasan masalah, proses pengumpulan data, dan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN
Berisi Riwayat Perusahaan UNILEVER, Standar Sistem Manajemen UNILEVER, Standar Produk UNILEVER, Quality Assurance UNILEVER, Quality Control UNILEVER.
BAB III PENUTUP
Berisi Kesimpulan dan saran















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Riwayat UNILEVER
PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.
Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.
Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.
Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.
Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933. Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.
Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.
Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.
Kronologi
1920-30 Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933 Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936 Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV – Angke, Jakarta
1941 Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46 Kendali oleh unilever dihentikan (Perang Dunia II)
1965-66 Di bawah kendali pemerintah
1967 Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981 Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982 Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988 Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990 Terjun di bisnis teh
1992 Membuka pabrik es krim
1995 Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98 Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999 Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000 Terjun ke bisnis kecap
2001 Membuka pabrik teh – Cikarang
2002 Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003 Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004 Terjun ke bisnis makanan ringan
2005 Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008 Terjun ke bisnis minuman sari buah

2.2 Standar Sistem Manajemen UNILEVER
Standar Sistem manajemen unilever adalah Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen. Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas. Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikanimbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham. Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup. Tujuan perusahaan menyebutkan bahwa untuk berhasil diperlukan "standar tertinggi etika perusahaan terhadap setiap karyawan yang bekerja di perusahaan kami, masyarakat sekitar & lingkungan tempat kami melakukan kegiatan usaha."
Selalu bekerja atas dasar integritas
Kami melakukan kegiatan usaha atas dasar integritas dan menghormati setiap orang, perusahaan dan lingkungan tempat kami beroperasi merupakan faktor utama yang menjadi tanggung jawab perusahaan kami.
Komitmen Sinambung
Kami juga berkomitmen untuk secara terus menerus memperbaiki cara kami mengelola dampak lingkungan dan bekerja untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam mengembangkan usaha yang berwawasan lingkungan.

Menetapkan Aspirasi Kami
Tujuan perusahaan kami adalah menetapkan aspirasi kami dalam menjalankan usaha. Hal ini didukung oleh aturan asas usaha kami yang menguraikan standar usaha yang ditaati oleh setiap karyawan Unilever, dimanapun mereka berada di seluruh dunia. Aturan tersebut juga mendukung pendekatan kami terhadap tanggung jawab pengawasan dan perusahaan.
Bekerja dengan Orang Lain
Kami bersedia bekerjasama dengan para pemasok yang memiliki nilai kerja yang sama seperti perusahan kami dan bekerja dengan standar yang sama seperti yang kami lakukan. Etika usaha mitra usaha kami, sejalan dengan asas etika usaha kami, terdiri dari sepuluh asas yang mencakup integritas dan tanggung jawab usaha yang terkait dengan para karyawan, konsumen dan lingkungan.
Dalam konteks ini, kita melihat mereka mampu mendesain skema pengembangan karir yang sistematis dan terencana terhadap para manajer mereka – baik yang senior maupun junior. Didukung oleh portfolio produk yang luas, mereka lantas cukup leluasa untuk melakukan rotasi diantara manajernya untuk berpindah dari satu produk (brand) ke lini produk lainnya. Dan disinilah mereka kemudian mampu menempa para manajer mereka secara optimal melalui pergerakan karir yang dinamis – baik secara vertikal, diagonal dan horizontal. Yang lebih elok, mereka tampaknya juga mampu menciptakan proses mentoring secara natural – dimana para manajer yang telah senior secara konstan terus menerus melakukan transfer pengetahuan kepada para juniornya.
Pelajaran kedua yang bisa kita petik adalah ini : Unilever Indonesia memiliki komitmen yang kuat dan bervisi jauh kedepan dalam mendidik dan mengembangkan barisan sumber daya manusianya. Dalam sebuah kesempatan, Direktur SDM Unilever Indonesia Josef Bataona menyebutkan, mayoritas jajaran direksi mereka sekarang adalah para peserta program management trainee (MT) yang telah mereka tempuh puluhan tahun sebelumnya. Program MT Unilever Indonesia memang terkenal bagus, dan pernyataan diatas kian menegaskan reputasi itu. Artinya, mereka benar-benar menjalankan program MT sesuai dengan tujuan dasarnya : yakni mencetak dan menyiapkan para future leaders secara sistematis dan terencana.
2.3 Standar Produk UNILEVER
Iklan adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR, promosi penjualan, dan penjualan personal.
Periklanan di indonesia di era globalisasi ini sudah sangat maju. Ini di karenakan periklanan di indonesia sudah bisa ikut meramaikan acara-acara di TV pada khususnya dan juga di media cetak maupun media elektronik lainnya. Sehingga menyebabkan makin banyaknya iklan yang berlomba-lomba membuat dan memasang iklan sebaik-baiknya dan berusaha mengemasnya secantik mungkin agar para konsumen tertarik terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu juga peranan merek produk juga sangat berperan penting, karena merek merupakan simbol dari dari sebuah produk yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai macam merek yang berbeda-beda. Salah satu perusahaan besar yang memiliki berbagai merek dagang yang sudah dikenal di Indonesia adalah PT. Unilever Indonesia,Tbk.
PT. Unilever Indonesia, Tbk. Yang beroperasi di indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh menjadi perusahaan penyedia consumer product yang mempunyai peran penting di indonesia. Unilever adalah produsen merek-merek terkenal di seluruh dunia yang juga terkenal di tingkat regional dan lokal, antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, Blue Band, Royco, Sariwangi, Bango, Taro dan masih banyak lagi. Posisi Unilever yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan regional yang diterima olehperusahaan.
PT. Unilever Indonesia melalui brand-brand nya kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih peringkat dalam ”Packaging Consumer Branding Award 2005” yang diselenggarakan oleh Indonesia Brand Identity Summit (IBS) bekerjasama dengan majalah SWA dan MIX. Berikut adalah peringkat yang diraih oleh brand-brand Unilever dalam setahun Indonesia Packaging Consumer Award 2005
:
1. Lifebuoy (bar soap- medical) powerful brand
2. Blue Band (margarine) Outstanding brand in prima level
3. Clear (shampoo) Outstanding brand in prima level
4. Dove (soap bar-cosmetic) Outstanding brand in prima level
5. Lux (soap bar-cosmetic) Outstanding brand in prima level
6. Pepsodent (tooth paste) Outstanding brand in prima level
7. Rinso (deterjent) Outstanding brand in prima level
8. Sariwangi (tea bag) Outstanding brand in prima level
9. Sunsilk (shampoo) Outstanding brand in prima level
10. Wall’s (ice cream) Outstanding brand in prima level
11. Bango (soy sauce) Outstanding brand in standard level
12. Close up (tooth paste) Outstanding brand in standard level
13. Lifebuoy (shampoo) Outstanding brand in standard level
14. Molto (fabric softener) Outstanding brand in standard level
15. Pepsodent (Tooth brush) Outstanding brand in standard level
16. Surf (detergent) Outstanding brand in standard level
17. Superpell (floor cleaner-liquid) Outstanding brand in standard level
18. Surf (detergent) Outstanding brand in standard level
19. Domestos Nomos (insecticide-incense) Acceptable brand in prima level
20. Domestos Wipol (floor cleaner-liquid) Acceptable brand in prima level
21. Huggies (baby diapers) Acceptable brand in prima level
22. Kotex (pantyliners) Acceptable brand in prima level
23. Taro (snack) Acceptable brand in prima level
24. Sunlight (dish washes soap-crème) Acceptable brand in prima level
25. Pepsodent (mouthwash) Acceptable brand in standard level

Dengan diborongnya segudang penghargaan tersebut, maka PT. Unilever Indonesia, Tbk. Kembali membuktikan keunggulan brand-brand nya dengan meraih 10 penghargaan dalam ”Indonesian Best Brands Award 2006” (IBBA) yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan MARS. Brand yang memperoleh IBBA 2006 adalah Pond’s-pelembab muka, pond’s pemutih wajah, Lux-sabun mandi cair, Lifebuoy-sabun mandi padat, Sunlight-sabun cuci piring, Rinso-deterjen, dan Sunsilk-shampo. Hampir setiap tahunnya secara konsisten brand-brand Unilever berhasil memenangkan peringkat terbaik untuk berbagai kategori. Hal ini dapat diraih berkat adanya kepercayaan dan loyalitas dari masyarakat terhadap produk-produk Unilever. Sehingga PT. Unilever Indonesia, Tbk. Tetap unggul dalam persaingan serta dapat mempertahankan loyalitas konsumen, unilever juga akan terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi dan aktivasi produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian dari strategi perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand-brandunilever.
Dengan meraih penghargaan yang begitu banyak, maka perusahaan Unilever semakin dipercaya oleh konumen. Hal ini dikarenakan komunikasi yang di sampaikan melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung mengenai sasaran, selain itu produk yang di tawarkan memiliki arti penting dalam menyampaikan pesan produk Unilever kepada konsumen. Tetapi untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever Indonesia, Tbk. Akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumenya, antara lain : branding, design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Unilever. Selain itu produk yang dikeluarkan oleh Unilever mencakup semua usia, mulai anak-anak sampai orang dewasa semuanya telah diproduksi dan dipasarkan, baik di kalangan nasional maupun internasional. Khusus untuk wilayah internasonal, seperti US ( Uni Soviet ) yang pada saat ini industri advertising mulai menampakkan kejatuhanya, sebab teknologi informasi sudah lekat dalam kehidupan masyarakatnya. Banyaknya iklan yang ditayangkan tidak membawa efek optimal, masyarakat disini sangat kritis dan dalam pengambilan keputusan sangat rasional, sehingga pembelian produk hanya berdasar kebutuhan saja. Malahan iklan-iklan yang bersifat personalized menjadi efektif karena sesuai dengan karakter khalayaknya. Sedangkan pengaruh terhadap wilayah nasional, seperti Indonesia untuk sementara iklan TV masih dominan dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli barang, karena masyarakatnya banyak yang terlalu gegabah/terlalu cepat dalam pengambilan keputusan. Dan ditunjang oleh faktor imitatif (meniru) yang dilandasi emosional yang kuat sehingga menjadikan iklan di TV menjadi andalan bagi masyarakat indonesia. Hanya saja persoalannya, jumlah stasiun TV di negeri ini yang tumbuh dengan pesat tidak sebanding dengan jumlah iklan yang ada. Sehingga menyebabkan terjadi perebutan tempat iklan yang tidak sehat. Karena memang benar bahwa iklan di media televisi sampai saat sekarang masih tetap berjaya, khususnya di Indonesia. Karena masyarakat di negeri ini masih menjadikan TV sebagai media yang handal untuk mengiklankan berbagai produk yang disiarkan melalui media audio-visual, sehingga dapat berpengaruh untuk membujuk konsumen dalam keputusan membeli barang-barang yang ditawarkan.
2.4 Quality Assurance
1. bahan yang digunakan dapat segera diketahui kerusakannya dalam suatu prosses produksi
2. melakukan penelitian terhadap bahan-bahan yang akan digunakan sebagai bahan kemasan sehingga bahan yang digunakan tidak berbahaya dan mencari materi-materi yang digunakan untuk promosi agar perusahaan melakukan promosi yang maksimal.
3. sekurang-kurangnya dalam sehari melakukan pengawasan terhadap pendistribusian produk dan melakukan pengawasan terhadap penyimpanan produk yang telah diproduksi.
4. melakukan pengawasan terhadap produk makanan yang akan diproduksi, sehingga makanan yang diproduksi tidak menyebabkan gangguan bagi yang mengkonsumsinya.
5. pengelolaan makanan berdasarkan standart mutu gizi dan diproduksi secara higienis agar produk makanan tersebut mempunyai kualitas tersendiri dan mempunyai mutu yang terbaik.
2.5 Quality Control
1. bahan yang digunakan merupakan bahan yang berkualitas baik.
2. produk yang dihasilkan terbuat dari bahan yang terbaik dan perusahaan dapat membuat promosi yang bagus sehinnga produk-produknya dapat dikenal oleh masyarakat.
3. pengiriman barang yang dipesan tepat pada waktunya dan barang-barang yang disimpan tidak mengalami kerusakan.
4. produk yang dihasilkan tepat waktu dengan hasil yang terbaik.
5. makanan yang diproduksi dijamin kebersihannya dan mempunyai mutu/kualitas yang baik.














BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

ISO 9000 hanya merupakan standar manajemen kualitas. Dengan demikian, apabila ada perusahaan yang mengiklankan bahwa produknya telah memenuhi standar internasional, merupakan hal yang salah dan keliru, karena seharusnya manajemen perusahaan hanya boleh menyatakan bahwa sistem manajemen kualitasnya yang telah memenuhi standar internasional, bukan produk berstandar internasional.
Standar Sistem manajemen unilever adalah Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen. Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas. Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikanimbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham. Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup. Tujuan perusahaan menyebutkan bahwa untuk berhasil diperlukan "standar tertinggi etika perusahaan terhadap setiap karyawan yang bekerja di perusahaan kami, masyarakat sekitar & lingkungan tempat kami melakukan kegiatan usaha."

3.2 Saran
Di dalam persaingan bisnis, sebaiknya perusahaan perlu mempertahankan kualitas produksi agar konsumen mendapatkan sesuatu seperti yang diharapkan. Hal ini dilakukan karena konsumen merupakan salah satu prioritas utama dalam suatu persaingan bisnis.

business english : telephone

Alfin : Good morning!
Yuni : Morning, this is Yuni from PT. FROG Toys can I help you?
Alfin : Yes I can speak to Mr. Muhammad, please?
Yuni : Ok, just a minute, please. I’ll transfer your call to Mr. Muhammad
Alfin : Ok!
Yuni : Hallo.. i’am sorry, Mr. Muhammad is not here right now
Alfin : Oh what Mr. Muhammad going to the meeting?
Yuni : Yes, Mr.Muhammad Meeting a few minutes ago!
Alfin : Where?
Yuni : In the office Mr. Hady
Alfin : Hmm.. can I take a message to Mr. Muhammad?
Yuni : Yes I can, I’ll just get a pen
Alfin : Ok, asked to him i‘am calling about our metting on Monday”!
Yuni : Could I know?
Alfin : I’am sorry, I’am busy that day because I must go to another meeting, how about thursday?!
Yuni : Ok, I’ll make sure he gets the message
Alfin : Good…so, I’ll see you Mr. Muhammad on the Thursday at office
Yuni : Yes, ok! Do you need another help?
Alfin : I think it’s enough.
Yuni : You’re welcome!!!!

business english : telephone

Alfin : Good morning!
Yuni : Morning, this is Yuni from PT. FROG Toys can I help you?
Alfin : Yes I can speak to Mr. Muhammad, please?
Yuni : Ok, just a minute, please. I’ll transfer your call to Mr. Muhammad
Alfin : Ok!
Yuni : Hallo.. i’am sorry, Mr. Muhammad is not here right now
Alfin : Oh what Mr. Muhammad going to the meeting?
Yuni : Yes, Mr.Muhammad Meeting a few minutes ago!
Alfin : Where?
Yuni : In the office Mr. Hady
Alfin : Hmm.. can I take a message to Mr. Muhammad?
Yuni : Yes I can, I’ll just get a pen
Alfin : Ok, asked to him i‘am calling about our metting on Monday”!
Yuni : Could I know?
Alfin : I’am sorry, I’am busy that day because I must go to another meeting, how about thursday?!
Yuni : Ok, I’ll make sure he gets the message
Alfin : Good…so, I’ll see you Mr. Muhammad on the Thursday at office
Yuni : Yes, ok! Do you need another help?
Alfin : I think it’s enough.
Yuni : You’re welcome!!!!

business english

Exercise 2 page 60

1. A : What do you think are your strengths and weaknesses ?
B : I have good knowledge about Taxation Accounting and can operate Computer. I’m self – motivated and also I’m able to work under pressure and also I’m good in team work, but my English is passive.

2. A : What has been your most valuable experience ?
B : My most valuable experience is when I interviewed a director of PT. Transjakarta in last December. I could learn many things, for example the function of management.

3. A : How would you describe your personality ?
B : I’m skillful and can adaption with all situation. I’m also talkactive.

4. A : When did you last lose your temper ? Descibe what happended !
B : When my friend lies to me. I was extremely angry. And it’s not easyfor me to apologize him. But so far, I can for give him wholeheartedly and it needs much time.

5. A : Why do you want to leave your present job ?
B : Because I see better opportunities which very available here.

6. A : What was the worst problem you have had in your present job and
how did you solve it ?
B : My previous boss is very authoritative. And it’s very difficult for me to explore my creativity. Finally, I can handle it. I’m try to make adaptation with him.

7. A : What do you do in your spare time ?
B : In my spare time, I usually read books about Accounting.

8. A : Describe your ideal boss ?
B : He is wise, kind, can accept people’s opinion, and creative.

Exercise 3 page 61

1. A : What did you enjoy most about being a student ?
B : I can get many friends, can join an organization, and can meke a presentation.

2. A : You completed a project in your final year.Did you like working in a
team? How did you handle members who where not contributing their share of the work ?
B : Yes, I liked to work in team. I give him the first warning and if he can not change himself, I muss report this problem to the supervisor.

3. A : In a supervisory role, how do you thinkyou can motivate your staff ?
B : I give to your staff a freedom to explore their creativity. But I’m still handle it in order to reach the purposes.

4. A : If someone criticizes your work, how do you respond ?
B : Absolutely I receive their critiques and after that I make an introspection of my failure.

5. A : how do you cope with stressful situations in your work ?
B : I’m still relax and try to cope it wisely. Absolutely I’m not in hurry to decide a decision.

bussiness english

Exercise 2 page 60

1. A : What do you think are your strengths and weaknesses ?
B : I have good knowledge about Taxation Accounting and can operate Computer. I’m self – motivated and also I’m able to work under pressure and also I’m good in team work, but my English is passive.

2. A : What has been your most valuable experience ?
B : My most valuable experience is when I interviewed a director of PT. Transjakarta in last December. I could learn many things, for example the function of management.

3. A : How would you describe your personality ?
B : I’m skillful and can adaption with all situation. I’m also talkactive.

4. A : When did you last lose your temper ? Descibe what happended !
B : When my friend lies to me. I was extremely angry. And it’s not easyfor me to apologize him. But so far, I can for give him wholeheartedly and it needs much time.

5. A : Why do you want to leave your present job ?
B : Because I see better opportunities which very available here.

6. A : What was the worst problem you have had in your present job and
how did you solve it ?
B : My previous boss is very authoritative. And it’s very difficult for me to explore my creativity. Finally, I can handle it. I’m try to make adaptation with him.

7. A : What do you do in your spare time ?
B : In my spare time, I usually read books about Accounting.

8. A : Describe your ideal boss ?
B : He is wise, kind, can accept people’s opinion, and creative.

Exercise 3 page 61

1. A : What did you enjoy most about being a student ?
B : I can get many friends, can join an organization, and can meke a presentation.

2. A : You completed a project in your final year.Did you like working in a
team? How did you handle members who where not contributing their share of the work ?
B : Yes, I liked to work in team. I give him the first warning and if he can not change himself, I muss report this problem to the supervisor.

3. A : In a supervisory role, how do you thinkyou can motivate your staff ?
B : I give to your staff a freedom to explore their creativity. But I’m still handle it in order to reach the purposes.

4. A : If someone criticizes your work, how do you respond ?
B : Absolutely I receive their critiques and after that I make an introspection of my failure.

5. A : how do you cope with stressful situations in your work ?
B : I’m still relax and try to cope it wisely. Absolutely I’m not in hurry to decide a decision.